5 Kebiasaan Buruk yang Dapat Mempengaruhi Hormon Wanita

Sharing is caring!

Hormon pada wanita sangat berpengaruh pada kecantikan dan peremajaan kulit. Berfungsi sebagai penghasil kolagen, menjaga kelembapan kulit, rambut dan kuku. Tetapi, hormon pada wanita sangat rentan dengan perubahan kondisi serta kebiasaan yang dilakukan oleh tubuh. Kebiasaan yang salah dapat mengakibatkan penurunan kadar hormon dalam tubuh yang juga memberikan dampak buruk bagi kecantikan dan tentunya kesehatan.

 

Berikut lima kebisaan buruk yang harus dihindari agar hormon tetap terjaga.

 

Pola Makan Tidak Seimbang

Kebiasaan makan junk food serta pola makan dengan gizi yang tidak seimbang dapat merusak keseimbangan hormon di dalam tubuh. Saat sedang menjalankan diet atau pun sedang sibuk, kamu harus tetap memperhatikan pola makan agar nutrisi tetap tercukupi. Dalam berdiet, biasanya orang hanya akan mengandalkan sayuran sebagai bahan makanan utama. Padahal mengkonsumsi sayuran saja tidak cukup, tubuh juga memerlukan protein dan juga karbohidrat.  Pengaturan makanan dalam berdiet sebaiknya bervariasi agar nutrisi yang didapat juga lebih banyak.

Kamu bisa untuk mencoba mulai rutin mengkonsumsi kedelai. Kedelai sangat direkomendasikan karena mengandung isoflavon yang dapat meningkatkan fungsi hormon wanita pada tubuh. Isoflavon baik untuk tubuh wanita karena memiliki sifat seperti hormone estrogen.

 

Kekurangan Cairan Tubuh

Saat tubuh kekurangan cairan maka aliran darah akan terhambat dan keseimbangan hormon  wanita akan mudah rapuh. Oleh karena itu, sebaiknya minum sekita 2 liter air putih setiap harinya agar tubuh tidak kekurangan cairan.

Sebuah penelitian menyebutkan, air putih bisa mempengaruhi dalam pemilihan makanan lho. Pada penelitian tersebut, responden yang minum air putih, lebih banyak memilih makan sayuran seperti wortel dan paprika, dibandikan yang minum minuman manis.

 

Udara Dingin

Apakah kalian termasuk yang suka berada di tempat dingin? Hati-hati lho, ternyata hawa dingin, baik dari cuaca atau pendingin udara, bisa mengganggu keseimbangan hormon. Pendingin udara bekerja dengan menyerap air dari udara dan sekaligus akan mengambil lapisan luar epidermis kulit. Jika hal ini berlangsung terus menerus secara konstan, kulit akan kehilangan air atau kelembapan. Dengan demikian, minimnya penggantian air pada jaringan kulit bisa menyebabkan kulit mengelupas, kering dan pecah—pecah.

 

Tidur Terlalu Malam dan Kurang Tidur

Tidur terlalu larut dan kurang tidur merupakan musuh terbesar bagi kecantikan kulit. Jika fungsi otak menurun maka sekresi hormon akan terganggu. Selain kualitas tidur yang menurun, hal ini juga akan mempengaruhi hormon pertumbuhan dan metabolisme tubuh. Tentunya akan berdampak pada kecantikan kulit.

Saat kita kurang tidur, tubuh akan melepaskan hormon kortisol. Hormon kortisol ini bertanggung jawab terhadap munculnya stress, peradangan tubuh dan bisa merusak kulit. Jadi, jangan heran apabila kurang tidur bisa menyebabkan masalah kulit.

 

Merokok

Merokok memang membahayakan, tidak hanya bagi kesehatan tapi juga untuk kecantikan. Ketika merokok, hormon  wanita akan terurai dan mengganggu sekresi hormone wanita yang baru.

Kandungan nikotin juga bisa menyebabkan aliran darah terganggu dan pastinya menghambat metabolisme dan nutrisi tidak bisa diserap oleh kulit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *